Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Saya baru saja mengingat sebuah konsep yang cukup menarik yang sering diabaikan banyak orang saat menganalisis pasar. Itu adalah teori angsa hitam yang diperkenalkan oleh penulis Nassim Nicholas Taleb.
Singkatnya, makna angsa hitam adalah peristiwa yang sangat langka, hampir tidak dapat diprediksi, tetapi ketika terjadi, memiliki dampak yang sangat besar. Taleb menunjukkan satu hal yang sangat realistis: model statistik tradisional tidak pernah mampu menangkap peristiwa ini, karena mereka hanya didasarkan pada data masa lalu.
Keunggulan dari konsep ini adalah Taleb mengingatkan kita akan satu hal dasar tetapi sering terlupakan: keamanan di masa lalu tidak menjamin keamanan di masa depan. Ketika menghadapi hal-hal yang tidak diketahui, kita sering menipu diri sendiri dengan menciptakan penjelasan sendiri, lalu percaya bahwa kita telah mengendalikan situasi. Tetapi kenyataannya, sebagian besar perubahan besar tidak bersifat linier dan tidak berjalan mulus seperti yang kita bayangkan.
Lalu, mengapa disebut "angsa hitam"? Dari dulu, orang Eropa percaya bahwa semua angsa berwarna putih, sehingga angsa hitam dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin ada. Hingga akhirnya angsa hitam ditemukan di Australia, semua harapan dan teori lama pun dibalik. Itu adalah contoh sempurna dari peristiwa yang tidak dapat diprediksi.
Nama "angsa hitam" juga sangat mudah membuat kita mengaitkan dengan peristiwa tak terduga, langka, dan sulit diperkirakan. Hal ini sangat sesuai dengan makna angsa hitam yang ingin disampaikan Taleb. Nama tersebut mudah diingat, memiliki daya tarik visual yang kuat, sehingga mudah melekat di kepala orang.
Bagi para pelaku pasar, memahami tentang angsa hitam sangat penting. Ini membantu kita menyadari bahwa tidak semua risiko dapat dihitung. Oleh karena itu, memantau pasar di bursa besar atau mengikuti aset seperti ETH, BTC juga perlu disertai kesiapan mental terhadap kejutan yang bisa terjadi kapan saja.