Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Saya perhatikan bahwa banyak pemula dalam kripto sering melewatkan salah satu pola analisis teknikal yang paling andal. Ini tentang pola yang terlihat seperti huruf W di grafik — yang disebut double bottom.
Apa inti dari pola ini? Ketika harga turun, ia membentuk minimum pertama, kemudian sedikit memantul ke atas, dan kemudian turun lagi sekitar ke level yang sama. Struktur dari dua minimum dan satu puncak di antaranya membentuk bentuk W. Konfigurasi ini menandakan bahwa kekuatan bearish mulai melemah, dan bullish mulai mengambil alih. Ini adalah saat di mana tren menurun bisa berbalik menjadi tren naik.
Bagaimana cara menangkapnya? Pertama, pastikan bahwa memang sedang terjadi tren menurun. Kemudian, periksa bahwa dua minimum berada pada level yang hampir sama — perbedaannya tidak boleh lebih dari 5-10%. Di antara keduanya terbentuk puncak kecil yang disebut garis leher. Ini adalah level kunci. Ketika harga menembus garis leher ini ke atas, itu adalah sinyal untuk masuk posisi.
Poin penting lainnya adalah volume. Ketika harga kembali ke minimum kedua, volume harus lebih tinggi daripada saat minimum pertama. Ini menunjukkan bahwa pembeli benar-benar aktif. Jika volume meningkat dan harga menembus garis leher, bisa membuka posisi long.
Di mana menempatkan stop-loss? Sedikit di bawah level resistance. Sedangkan target harga bisa dihitung dengan menambahkan jarak dari garis leher ke minimum terdalam ke titik breakout. Ini menghasilkan rasio risiko terhadap keuntungan yang baik.
Pola ini bekerja di semua timeframe — dari 5 menit hingga grafik harian. Pada timeframe yang lebih besar, pola ini terbentuk lebih lama, tetapi potensi keuntungannya biasanya lebih tinggi. Selain itu, bisa digunakan indikator konfirmasi seperti RSI atau MACD agar tidak tertipu oleh breakout palsu.
Tentu saja, ada kekurangannya. Kadang harga menembus garis leher, tetapi kemudian kembali lagi — ini disebut breakout palsu. Oleh karena itu, selalu perlu konfirmasi tambahan melalui volume atau indikator. RSI membantu mendeteksi divergensi yang menunjukkan pelemahan tren menurun, dan MACD mengonfirmasi perubahan momentum saat garis-garisnya memotong nol.
Begitulah cara kerja pola ini. Saat ini, BTC diperdagangkan sekitar $67.04K, BNB sekitar $593.70, TRB sekitar $14.68. Anda bisa mencoba mencari pola W seperti ini di grafik berbagai aset dan berlatih mengenalinya. Seiring waktu, ini akan menjadi kebiasaan kedua, dan Anda akan mulai melihat formasi ini secara otomatis.