Mengapa Tiga Saham Fintech Ini Layak Perhatian Investasi Anda di 2026

Sektor teknologi finansial terus membentuk ulang cara orang mengelola uang mereka dan melakukan transaksi. Ketika teknologi terintegrasi secara mendalam ke dalam perbankan tradisional dan pembayaran, beberapa saham fintech menonjol sebagai peluang yang menarik. Konvergensi inovasi dan layanan keuangan tidak melambat—melainkan semakin dipercepat. Berikut tiga perusahaan yang berada di persimpangan transformasi ini, masing-masing menanggapi perbedaan masalah (pain points) dalam ekosistem keuangan.

Revolusi Kredit Upstart Berbasis AI

Di antara saham fintech yang sedang mendapat daya tarik, Upstart layak mendapat perhatian khusus berkat pendekatannya yang inovatif dalam penilaian kredit. Didirikan pada 2012 oleh mantan eksekutif Google Dave Girouard, ilmuwan komputer Paul Gu, dan pengusaha bertalenta finansial Anna Counselman, platform penilaian kredit ini memanfaatkan algoritma kecerdasan buatan untuk menilai kelayakan kredit peminjam—pendekatan yang secara mendasar berbeda dibanding pemain lama seperti Equifax dan TransUnion.

Angkanya menceritakan kisah yang meyakinkan. Platform Upstart memungkinkan persetujuan pinjaman 43% lebih tinggi tanpa meningkatkan gagal bayar, dan lebih dari 90% persetujuannya sepenuhnya terotomatisasi, sehingga menciptakan efisiensi biaya di seluruh ekosistem pemberian pinjaman. Lebih dari 100 bank dan credit union menggunakan teknologi ini secara rutin. Yang sangat patut diperhatikan adalah bagaimana algoritme menyesuaikan diri dengan kondisi pasar—ketika hambatan ekonomi muncul pada pertengahan tahun, algoritme secara alami mengubah tingkat persetujuan untuk melindungi pemberi pinjaman di tengah ketidakpastian. Ini adalah platform yang berfungsi persis sebagaimana dirancang.

Meski volatil sejak IPO pada 2020, kinerja terbaru memvalidasi model bisnisnya. Selama tiga kuartal pertama tahun sebelumnya, volume pinjaman yang diproses lebih dari dua kali lipat, sementara tingkat konversi naik dari 15,3% menjadi 21,2%. Pasar tampaknya sama sekali melewatkan momen perubahan arah (inflection point) ini, sehingga menghadirkan peluang bagi investor yang berpikiran ke depan.

SoFi: Permainan Perbankan Digital Asli

Saat menelaah saham fintech terbaik untuk 2026, SoFi Technologies menonjol sebagai perusahaan yang dibangun khusus untuk era perbankan digital, bukan diadaptasi setelahnya. Data menegaskan posisi tersebut: sebuah survei American Bankers Association menemukan bahwa 54% pelanggan bank di A.S. terutama mengelola rekening mereka melalui aplikasi seluler, sementara 22% lainnya lebih memilih komputer. Hanya 9% yang mengunjungi cabang fisik, dan hanya 4% yang mengandalkan phone banking. Perubahan ini bersifat permanen.

SoFi memanfaatkan tren ini sejak awal. Sejak beralih dari refinanssing pinjaman mahasiswa pada 2019—ketika perusahaan memiliki 704.000 pelanggan—perusahaan telah tumbuh menjadi lebih dari 12,6 juta pengguna, dengan menambah pelanggan setiap kuartal. Sebagian besar kompetitor menawarkan layanan digital, tetapi hanya sedikit yang menyamai komitmen SoFi untuk sepenuhnya menjadi digital-native. Peluangnya masih sangat besar: SoFi hanya mewakili sebagian kecil dari 260 juta orang dewasa digital-native di A.S., dan sebagian besar pelanggan yang sudah ada memiliki kurang dari dua produk dari perusahaan, yang berarti masih ada potensi ekspansi signifikan dalam basis pengguna saat ini.

Narasi Pertumbuhan PayPal yang Berlawanan Arus (Contrarian)

Di antara saham fintech yang dinilai undervalued, PayPal barangkali menghadirkan peluang yang paling menarik. Saham ini mengalami tekanan akibat skeptisisme investor yang mendalam sejak 2021, namun narasi bisnisnya menceritakan kisah yang berbeda. Kekhawatiran tentang disrupsi kripto, persaingan dari bank, rival seperti Block dan Stripe, atau Zelle, secara konsisten mengecewakan. Faktanya: PayPal mempertahankan hampir setengah pangsa pasar pembayaran online global—tidak berubah meski menghadapi persaingan.

Gambaran keuangannya kuat. PayPal berada pada jalur menuju pendapatan rekor sebesar $33,3 miliar dan mendekati puncak laba tahun 2021 pada fiskal 2025. Prakiraan analis memproyeksikan tahun-tahun rekor yang berlanjut hingga 2028, ketika pendapatan diproyeksikan mencapai $41 miliar dengan laba bersih $5,8 miliar. Meskipun lintasan pertumbuhan ini, saham diperdagangkan dengan nilai kurang dari 10 kali perkiraan laba 2025 sebesar $5,79 per lembar, berada 24% di bawah target harga rata-rata analis sebesar $73,94.

Ketidaksesuaian ini menunjukkan bahwa pasar sedang membebankan harga disrupsi yang belum terjadi dan kemungkinan tidak akan terjadi. Ketika investor akhirnya menyesuaikan harga saat ini dengan pertumbuhan aktual, potensi kenaikannya menjadi sangat besar.

Kasus Investasi Saham Fintech Sekarang

Ketiga saham fintech ini secara kolektif mewakili aspek berbeda dari evolusi sektor: Upstart dalam inovasi pinjaman, SoFi dalam transformasi perbankan ritel, dan PayPal dalam pembayaran. Masing-masing diperdagangkan pada valuasi yang tidak mencerminkan lintasan pertumbuhan mereka, dan masing-masing beroperasi di pasar yang sedang mengalami pergeseran struktural menuju solusi digital-first. Bagi investor yang mencari pertumbuhan dengan perlindungan sisi bawah (downside protection), saham fintech menawarkan kombinasi yang menarik antara angin ekor (tailwinds) jangka panjang dan peluang valuasi pada 2026.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan