Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Fencing
Penambang emas Indonesia, Agincourt Resources, mengatakan telah mendapat izin dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk melanjutkan operasional di tambang emas Martabe.
Sebelumnya, anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR) ini dikenai sanksi setelah adanya tuduhan pelanggaran lingkungan.
“Betul, sesuai yang disampaikan Kementerian terkait,” ungkap Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources Katarina Siburian Hardono saat dihubungi Kontan, Kamis (26/03/2026).
Katarina mengatakan, Agrincourt menyambut baik keputusan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terkait persetujuan untuk melanjutkan kegiatan operasional Tambang Emas Martabe.
"Perseroan saat ini tengah melakukan berbagai persiapan yang diperlukan, serta berkoordinasi dengan KLH dan kementerian terkait lainnya untuk memenuhi seluruh persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Anak usaha United Tractors (UNTR) itu juga menyebut bahwa melalui sinergi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan, PTAR tetap berfokus pada perlindungan lingkungan dan penerapan standar keselamatan tertinggi di seluruh area kerja, serta memberikan kontribusi berkelanjutan bagi karyawan, masyarakat lokal, dan pembangunan daerah.
“Itu (pemberian kembali izin) merupakan kewenangan penuh pemerintah yang tentunya didasarkan pada hasil evaluasi terhadap berbagai aspek, termasuk operasional, lingkungan, serta kepatuhan terhadap aturan dan ketentuan yang berlaku,” ungkap dia.
Prospek Kinerja UNTR
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai kembali beroperasinya Tambang Emas Martabe menjadi sentimen positif bagi keberlangsungan bisnis PT United Tractors Tbk (UNTR), khususnya dari lini pertambangan emas.
Menurut Nafan, izin operasional tersebut membuka peluang bagi UNTR untuk menjaga stabilitas produksi emas Martabe di kisaran 200.000 hingga 250.000 ounce per tahun. Selain itu, tambang Martabe juga dinilai memiliki usia tambang yang panjang, sehingga prospeknya masih menarik untuk menopang kinerja perusahaan dalam jangka panjang.
"Diversifikasi usaha ke sektor emas menjadi nilai tambah bagi UNTR, terutama sebagai penyangga kinerja ketika misalnya bisnis batu bara menghadapi tekanan atau pergerakan harga yang kurang menggembirakan. Dengan begitu, perusahaan memiliki sumber pendapatan yang lebih terdiversifikasi," kata Nafan kepada Kontan, Jumat (27/3/2026).
Di sisi lain, Nafan juga menyoroti potensi keuntungan dari aspek nilai tukar. Pasalnya, harga jual emas rata-rata menggunakan dolar Amerika Serikat (AS), sehingga dapat memberikan manfaat bagi perusahaan ketika nilai tukar rupiah kembali melemah, misalnya mendekati level Rp 17.000 per dolar AS.
Lebih lanjut, ia menilai komitmen UNTR dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik serta implementasi prinsip environmental, social, and governance (ESG) juga dapat menjadi katalis positif tambahan bagi prospek perusahaan ke depan.
Dari sisi rekomendasi saham, Nafan mempertahankan posisi beli saham UNTR di target harga Rp 33.975 per saham.