Pembaharuan Pasar Saham: Penurunan Sensex Nifty Dijelaskan - 5 Alasan Utama Di Balik Kejatuhan Pasar

(MENAFN- AsiaNet News)

Pasar saham dari AS hingga India sedang dalam kekacauan total. Pada hari Senin, Dow Jones turun lebih dari 820 poin (1,6%), dan S & P 500 serta Nasdaq juga turun lebih dari 1%. Hari ini, Selasa, Sensex kami juga jatuh lebih dari 700 poin.

Laporan dari perusahaan AI bernama Anthropic menimbulkan pertanyaan besar tentang model bisnis utama IBM. Ini membuat investor khawatir bahwa teknologi AI bisa secara serius mempengaruhi pendapatan perusahaan teknologi tradisional.

Perusahaan AI, Anthropic, merilis laporan yang mempertanyakan model bisnis utama IBM. Ini menakut-nakuti investor, yang kini berpikir bahwa AI bisa merugikan pendapatan perusahaan teknologi lama.

Saham perangkat lunak, yang sudah di bawah tekanan sejak awal bulan, terus melakukan penjualan. Saham Microsoft turun 3%, sementara CrowdStrike merosot hampir 10%. Kelemahan ini di saham teknologi langsung menarik turun Nasdaq dan S & P 500.

Laporan dari Citrini Research memperingatkan bahwa ledakan AI bisa memberi tekanan pada ekonomi AS, mendorong tingkat pengangguran hingga 10%. Ini juga mempengaruhi perusahaan yang terkait dengan pengeluaran konsumen.

Presiden AS Donald Trump mengambil sikap keras terhadap tarif. Dia memperingatkan bahwa negara-negara yang ‘bermain permainan’ dengan AS akan menghadapi bea masuk yang lebih tinggi. Uni Eropa juga menyatakan kekhawatiran terhadap kebijakan ini dan menghentikan proses perjanjian perdagangan dengan AS, meningkatkan ketegangan perdagangan global.

Setelah kelemahan pasar saham, investor beralih ke aset yang lebih aman. Harga emas di pasar spot melewati $5.200 per ons, sementara perak mendekati $90. Indeks Dolar AS tetap di bawah 98. Sementara itu, penjualan Bitcoin terus berlanjut, dan harganya turun di bawah $64.000.

Pasar saham India juga merasakan dampak dari kelemahan pasar AS. Pada hari Selasa, 23 Februari, pukul 09.30, Sensex berada di 82.556,99, turun 737,66 poin. Nifty diperdagangkan di 25.504,05, menunjukkan penurunan 208,95 poin. Investor jelas merasa cemas karena tekanan di sektor TI dan sinyal global yang lemah.

Saham TI India juga mengalami penjualan besar-besaran. Indeks Nifty IT merosot sebesar 3,18%. Coforge Ltd dan Persistent Systems Ltd turun masing-masing sebesar 4,05% dan 3,73%. Bahkan nama besar seperti HCL Technologies, Infosys, dan Tech Mahindra turun sekitar 3%.

Meskipun pasar mengalami crash besar, beberapa perusahaan seperti Tata Steel, SBI, Asian Paints, dan Axis Bank berhasil mencatat kenaikan kecil. Secara keseluruhan, kelemahan di sektor TI dan tekanan dari pasar AS menyebabkan penjualan besar-besaran di pasar India.

Kelemahan pasar AS, ketidakpastian soal tarif, dan kekhawatiran terkait AI telah membuat investor berhati-hati. Investor India kini beralih ke aset yang lebih aman seperti emas dan obligasi. Fluktuasi pasar adalah hal yang biasa, jadi masih ada peluang bagi investor jangka panjang.

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Segala informasi tentang saham, crypto, atau investasi bukanlah nasihat investasi. Investasi di pasar saham mengandung risiko. Selalu konsultasikan dengan penasihat keuangan atau ahli pasar sebelum melakukan investasi.

BTC-1,8%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan