Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Protes Korea Selatan Terhadap Sengketa Pulau Jepang: Ketegangan Diplomatik Meningkat
Minggu lalu, tepatnya pada 22 Februari, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengeluarkan keberatan keras terhadap perayaan “Hari Takeshima” yang diselenggarakan di Prefektur Shimane, Jepang. Acara tahunan ini dipandang oleh Seoul sebagai langkah provokatif yang menantang kedaulatan Korea atas wilayah pulau jepang yang menjadi sengketa sejak puluhan tahun silam. Dalam pernyataan resminya, juru bicara kementerian menekankan bahwa posisi Korea tidak akan berubah dalam isu ini, dengan mendasarkan klaim pada argumentasi hukum, sejarah, dan geografis yang kuat.
Klaim Kedaulatan dan Dasar Hukum Dokdo
Korea Selatan secara konsisten menegaskan bahwa Dokdo—nama resmi pulau jepang tersebut dalam bahasa Korea—merupakan bagian integral dari wilayahnya. Pemerintah Seoul menolak setiap klaim Jepang yang dianggapnya tidak memiliki fondasi hukum yang sah. Dalam perspektif Korea, posisi geografis, catatan sejarah, dan hukum internasional semuanya mendukung kedaulatannya. Kementerian Luar Negeri telah meminta Jepang untuk menghentikan segala aktivitas yang dapat dianggap sebagai upaya mengklaim wilayah tersebut, termasuk perayaan ‘Hari Takeshima’ yang kontroversial ini.
Kehadiran Keamanan dan Kontinuitas Sengketa
Untuk memperkuat klaimnya, Korea Selatan telah mempertahankan detasemen polisi yang bertugas di Dokdo. Kehadiran personel keamanan ini menjadi simbol komitmen Seoul terhadap wilayah yang terletak di Laut Jepang tersebut. Perselisihan mengenai pulau-pulau ini telah menjadi isu berlarut-larut yang secara signifikan mempengaruhi hubungan diplomatik bilateral antara kedua negara. Setiap kali Jepang mengadakan acara terkait Takeshima, Seoul selalu merespons dengan protes resmi, mencerminkan sensitivitas tinggi atas masalah ini dalam hubungan Korea Selatan-Jepang.