Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kekhawatiran tentang "Kegaduhan Pemasangan"—Bank AS keberatan terhadap akses langsung Federal Reserve kepada perusahaan kripto
Apakah harus melindungi stabilitas sistem keuangan atau menurunkan hambatan masuk pasar? Di antara dua pilihan ini, asosiasi bank utama di Amerika Serikat telah menunjukkan posisi yang jelas. Seluruh industri perbankan menyatakan kekhawatiran serius terhadap akses langsung perusahaan kripto dan fintech ke sistem pembayaran Federal Reserve. Mereka menganggap hal ini berpotensi menyebabkan krisis keuangan seperti panic penarikan dana, dan mendesak otoritas federal untuk bersikap hati-hati.
Risiko akses langsung yang diwaspadai bank
Perdebatan mengenai akses langsung ke Federal Reserve bukan sekadar masalah regulasi, melainkan berkaitan dengan struktur seluruh sektor keuangan. Menurut laporan NS3.AI, asosiasi bank AS berpendapat bahwa munculnya perusahaan-perusahaan baru ini yang dapat mengakali sistem perbankan yang ada akan membawa risiko baru ke pasar keuangan. Mereka terutama khawatir terhadap arus keluar dana nasabah yang cepat—yakni potensi terjadinya panic penarikan—yang dapat mengguncang seluruh sistem keuangan.
Menuntut masa observasi selama 12 bulan
Usulan dari asosiasi bank sangat jelas. Mereka meminta agar permohonan akses dari perusahaan kripto dan fintech disetujui hanya setelah masa observasi dan evaluasi selama 12 bulan. Dalam periode ini, mereka menegaskan perlunya pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan operasional, kemampuan manajemen risiko, dan dampaknya terhadap pasar. Mereka menekankan bahwa bukan sekadar proses administratif, melainkan keamanan operasional nyata harus terbukti sebelum pintu dibuka, dan tidak boleh dilakukan secara terburu-buru.
Kebijakan pengaturan yang lebih ketat terhadap penerbit stablecoin
Kekhawatiran utama asosiasi bank adalah terkait akses terhadap penerbit stablecoin yang diatur. Mereka mendorong Federal Reserve untuk membatasi akses ke penerbit ini sampai keamanan operasionalnya terbukti cukup. Dengan pertumbuhan pesat pasar stablecoin, ketidaktransparanan dalam pengelolaan aset penjamin dan risiko sistemik menjadi kekhawatiran bersama antara regulator dan industri perbankan.
Perdebatan mengenai stabilitas sistem keuangan
Selain itu, asosiasi bank juga menentang keras usulan “rekening sederhana”. Mereka berpendapat bahwa usulan ini memungkinkan perusahaan kripto dan fintech menghindari transaksi melalui bank mitra tradisional, sehingga lebih banyak dana nasabah langsung terkonsentrasi di perusahaan-perusahaan tersebut. Hal ini berpotensi melemahkan fondasi sistem perbankan konvensional dan meningkatkan risiko terjadinya krisis keuangan seperti panic penarikan dana.
Menurut mereka, untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, diperlukan kebijakan bertahap dan hati-hati, bukan deregulasi secara drastis. Menyeimbangkan antara mendorong masuknya perusahaan baru dan menjaga keamanan sistem keuangan yang ada akan menjadi tantangan utama pengawas di masa depan.