Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Alexey Pertsev Dibebaskan ke Rumah Tahanan Setelah Sembilan Bulan dalam Penahanan Belanda
Dalam perkembangan signifikan bagi komunitas cryptocurrency, Alexey Pertsev, pengembang Tornado Cash yang berusia 31 tahun, telah dibebaskan dari penahanan setelah keputusan pengadilan. Namun, masalah hukumnya masih jauh dari selesai, karena pengembang tersebut menghadapi hukuman penjara selama 64 bulan yang terus menggantung di atas kasus ini. Alih-alih kembali ke kebebasan penuh, Pertsev ditempatkan di bawah tahanan rumah dengan pengawasan elektronik sebagai syarat pembebasannya menunggu sidang.
Penahanan dan Pembebasan Alexey Pertsev
Kasus Pertsev dimulai ketika dia ditangkap pada Mei 2024 setelah dinyatakan bersalah memfasilitasi operasi pencucian uang yang melibatkan lebih dari $1 miliar dolar dalam bentuk cryptocurrency. Penahanan sembilan bulan di fasilitas pemasyarakatan Belanda berakhir ketika pengadilan secara bersyarat membebaskannya ke tahanan rumah. Keputusan ini menandai titik balik dalam kasus tersebut, memberikan pengembang tersebut kebebasan sementara sambil tetap menerapkan pengawasan ketat. Berdasarkan ketentuan pembebasannya, Alexey Pertsev harus tetap tinggal di kediamannya dan mematuhi protokol pengawasan elektronik.
Tornado Cash: Mixer yang Memicu Tindakan Hukum Internasional
Tornado Cash berfungsi sebagai alat privasi untuk transaksi Ethereum, memungkinkan pengguna untuk menyembunyikan asal-usul dana mereka dengan menggabungkan dan mencampur cryptocurrency dari beberapa pengirim. Platform ini menjadi terkenal pada tahun 2022 ketika Lazarus Group, sebuah operasi kejahatan siber Korea Utara yang canggih, memanfaatkannya untuk mencuci ratusan juta dolar aset yang dicuri. Penyalahgunaan ini mendorong Departemen Keuangan AS melalui Office of Foreign Assets Control (OFAC) memberlakukan sanksi terhadap platform tersebut, meskipun pembatasan ini kemudian dianggap tidak sah oleh pengadilan.
Meskipun tantangan hukum terhadap sanksi itu sendiri, baik Pertsev maupun rekan pengembangnya menghadapi tuduhan pidana terkait pekerjaan mereka pada mixer tersebut.
Implikasi Lebih Luas: Co-developer Menghadapi Tekanan yang Meningkat
Rekan pengembang Alexey Pertsev mengalami konsekuensi hukum yang jauh lebih berat. Roman Storm, tokoh kunci lain dalam pengembangan Tornado Cash, menghadapi sidang pada April 2025 dengan potensi hukuman penjara hingga 45 tahun dalam skenario terburuk. Sementara itu, Roman Semenov, pengembang utama ketiga, telah menghindar dari pihak berwenang dan tetap menjadi subjek pencarian aktif FBI. Penuntutan paralel ini menggambarkan peningkatan penindakan regulasi terhadap alat privasi cryptocurrency yang dianggap memfasilitasi aliran keuangan ilegal.