Sony menyatakan bahwa mereka akan menggunakan AI secara besar-besaran dalam proses pembuatan game, dan mengajak para kreator untuk tidak takut akan teknologi ini. Mereka percaya bahwa AI dapat membantu meningkatkan efisiensi dan inovasi dalam pengembangan game, serta membuka peluang baru bagi para pengembang dan pemain. Sony juga menegaskan bahwa mereka akan tetap menjaga kualitas dan kreativitas manusia dalam setiap aspek pembuatan game, meskipun teknologi AI semakin maju dan digunakan secara luas.
IT House melaporkan pada 7 Februari bahwa AI generatif menjadi arah pengembangan yang tidak dapat dihindari untuk pengembangan game. Beberapa studio masih waspada, dan semakin banyak tim pengembangan yang secara aktif mencoba memperkenalkan AI ke dalam proses produksi, dan Sony juga bersiap untuk mengikuti tren ini.
Pada tanggal 6 waktu setempat, menurut media asing Tech4Gamers, Sony berencana untuk banyak menggunakan teknologi AI dalam pengembangan game di masa depan. CFO Sony Tao Lin percaya bahwa AI hanyalah alat untuk meningkatkan efisiensi, bukan ancaman bagi pembuat konten. AI dapat mempercepat produksi, tetapi tidak dapat menggantikan tim pengembangan penuh, apalagi menjadi bisnis secara mandiri.
Dalam panggilan investor, Tao Lin mengatakan bahwa arah Sony yang jelas saat ini adalah menggunakan AI dalam produksi game, sambil menekankan bahwa pembuat konten tidak perlu takut pada AI, dan bahwa penggunaan AI yang rasional dapat meningkatkan efisiensi pengembangan secara signifikan.
IT House belajar dari laporan tersebut bahwa strategi Sony bukanlah membiarkan AI memimpin pengembangan, tetapi menanamkannya sebagai bantuan terkontrol dalam proses produksi untuk membantu pengembang menyelesaikan pekerjaan mereka dengan lebih efisien, daripada menggantinya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sony menyatakan bahwa mereka akan menggunakan AI secara besar-besaran dalam proses pembuatan game, dan mengajak para kreator untuk tidak takut akan teknologi ini. Mereka percaya bahwa AI dapat membantu meningkatkan efisiensi dan inovasi dalam pengembangan game, serta membuka peluang baru bagi para pengembang dan pemain. Sony juga menegaskan bahwa mereka akan tetap menjaga kualitas dan kreativitas manusia dalam setiap aspek pembuatan game, meskipun teknologi AI semakin maju dan digunakan secara luas.
IT House melaporkan pada 7 Februari bahwa AI generatif menjadi arah pengembangan yang tidak dapat dihindari untuk pengembangan game. Beberapa studio masih waspada, dan semakin banyak tim pengembangan yang secara aktif mencoba memperkenalkan AI ke dalam proses produksi, dan Sony juga bersiap untuk mengikuti tren ini.
Pada tanggal 6 waktu setempat, menurut media asing Tech4Gamers, Sony berencana untuk banyak menggunakan teknologi AI dalam pengembangan game di masa depan. CFO Sony Tao Lin percaya bahwa AI hanyalah alat untuk meningkatkan efisiensi, bukan ancaman bagi pembuat konten. AI dapat mempercepat produksi, tetapi tidak dapat menggantikan tim pengembangan penuh, apalagi menjadi bisnis secara mandiri.
Dalam panggilan investor, Tao Lin mengatakan bahwa arah Sony yang jelas saat ini adalah menggunakan AI dalam produksi game, sambil menekankan bahwa pembuat konten tidak perlu takut pada AI, dan bahwa penggunaan AI yang rasional dapat meningkatkan efisiensi pengembangan secara signifikan.
IT House belajar dari laporan tersebut bahwa strategi Sony bukanlah membiarkan AI memimpin pengembangan, tetapi menanamkannya sebagai bantuan terkontrol dalam proses produksi untuk membantu pengembang menyelesaikan pekerjaan mereka dengan lebih efisien, daripada menggantinya.