Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pengguna TikTok di AS Mengalami Gangguan Setelah Kegagalan Daya Pusat Data Oracle
Pengguna TikTok di seluruh Amerika Serikat mengalami gangguan layanan secara luas selama akhir pekan, memicu kekhawatiran di antara 200 juta pengguna Amerika platform tersebut. Banyak yang kesulitan mengakses akun mereka dan memuat konten video, menimbulkan pertanyaan tentang stabilitas infrastruktur teknis platform. Oracle Corp. (ORCL), yang menyediakan infrastruktur cloud penting untuk TikTok, kini telah menjelaskan penyebab utama dari tantangan konektivitas ini.
Apa yang Terjadi: Memahami Gangguan Layanan
Gangguan yang dialami pengguna TikTok Amerika Serikat berasal dari pemadaman listrik terkait cuaca di salah satu pusat data Oracle, menurut pernyataan resmi. Michael Egbert, juru bicara Oracle, mengonfirmasi melalui email bahwa kegagalan daya sementara ini memicu masalah teknis yang dialami di beberapa wilayah AS. Pengguna melaporkan tidak dapat masuk ke aplikasi dan mengalami kesulitan memuat konten video selama periode gangguan.
Penyebab Teknis Utama: Tantangan Infrastruktur Daya Oracle
Oracle menyatakan bahwa gangguan layanan disebabkan oleh gangguan daya singkat di fasilitas pusat data mereka. Perusahaan menegaskan bahwa ini adalah insiden sementara dan bukan kegagalan sistemik yang meluas. Pemadaman listrik ini menyebabkan masalah teknis yang dihadapi oleh pengguna TikTok di AS, menyoroti ketergantungan kritis antara platform video pendek dan sumber daya komputasi cloud Oracle.
Respon Strategis ByteDance di Tengah Pengawasan Infrastruktur
Insiden ini terjadi tepat setelah ByteDance, perusahaan induk TikTok dari China, menyelesaikan rencana restrukturisasi untuk mendirikan usaha patungan mayoritas milik AS bernama TikTok USDS Joint Venture LLC. Langkah ini dirancang untuk mengatasi kekhawatiran keamanan nasional yang telah mendorong undang-undang bipartisan 2024 yang mengharuskan penjualan atau potensi pelarangan aplikasi. Struktur tata kelola baru menempatkan dewan yang mayoritas berasal dari AS yang mengendalikan operasi di AS, dengan Larry Ellison—pendiri Oracle dan pendukung Trump yang terkenal—memainkan peran sentral dalam pengaturan kepemilikan.
Dampak Pasar: Performa Saham Oracle
Insiden infrastruktur ini mempengaruhi sentimen investor terhadap Oracle. Selama sesi perdagangan reguler hari Selasa, saham ORCL turun 4,1 persen, ditutup di $174,90. Namun, dalam perdagangan setelah jam pasar, saham ini pulih sedikit, naik 1,1 persen menjadi $176,76, menunjukkan bahwa investor menganggap gangguan ini sebagai insiden terisolasi daripada cerminan kekhawatiran tentang keandalan sistemik.
Kesimpulan Utama
Meskipun pengguna TikTok menghadapi tantangan akses sementara akibat pemadaman daya pusat data Oracle, kedua perusahaan bergerak cepat untuk mengatasi masalah tersebut. Insiden ini menegaskan pentingnya infrastruktur cadangan yang kuat dan redundansi dalam sistem cloud yang mendukung aplikasi yang bersifat kritis.