Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
#TrumpWithdrawsEUTariffThreats
Keputusan terbaru Presiden AS Donald Trump untuk mundur dari ancaman tarif yang sebelumnya mengguncang Eropa telah memicu "napas lega" di pasar global. Perkembangan ini bukan sekadar manuver perdagangan; ini dicatat sebagai salah satu cerita "tawar-menawar" paling menarik dalam geopolitik modern.
Berikut adalah gambaran di balik layar krisis dan babak baru yang terbuka dalam hubungan Eropa-AS:
1. Pemicu Krisis: Isu Greenland
Semua dimulai dengan keinginan Trump untuk memindahkan Greenland ke AS dan ancamannya terhadap sanksi keras terhadap delapan negara Eropa (Denmark, Jerman, Prancis, Finlandia, Belanda, Swedia, Norwegia, dan Inggris) yang menentangnya. Menurut rencana yang diumumkan pada 17 Januari 2026, bea masuk tambahan sebesar 10% mulai 1 Februari, dan 25% mulai Juni, akan dikenakan pada produk dari negara-negara ini.
2. "U-Turn" Tak Terduga di Davos
Saat ketegangan mencapai puncaknya, terjadi perkembangan mengejutkan di Forum Ekonomi Dunia di Davos. Setelah pertemuan yang "sangat produktif" dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Trump mengumumkan bahwa ia menurunkan pedang tarif di atas Eropa.
Kerangka Baru: Trump menyatakan bahwa mereka telah membangun "kerangka kerja sama baru" dengan NATO terkait keamanan Greenland dan seluruh wilayah Arktik, mengumumkan bahwa tarif ditangguhkan berkat konsensus ini.
Opsi Militer Dicoret: Trump juga memberi kelegaan kepada sekutu Eropa dengan secara tegas menolak penggunaan kekuatan militer untuk mengendalikan Greenland.
3. "Pukulan Besi" Eropa: Rencana Pembalasan
Pendekatan tegas Uni Eropa memainkan peran utama dalam penarikan Trump. UE tidak tinggal diam menghadapi ancaman tarif, menyiapkan paket pembalasan besar sebesar €93 miliar. Paket ini bertujuan memberlakukan bea tinggi pada produk strategis mulai dari pesawat Boeing hingga mobil Amerika dan bahkan wiski Bourbon. Dengan mundurnya Trump, UE menunda paket ini untuk sementara waktu.
4. Catur Global: Kesepakatan Bersejarah dengan India
Sebagai efek samping yang menarik, sikap koersif Washington mendorong Eropa mencari mitra baru. Dalam proses ini, Uni Eropa dan India mempercepat negosiasi yang telah berlangsung hampir 20 tahun, menandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas bersejarah yang disebut sebagai "ibu dari semua kesepakatan." Ironisnya, senjata tarif AS justru memperkuat hubungan ekonomi antara UE dan India seperti belum pernah sebelumnya.
Apa yang Telah Berubah?
Meskipun penarikan ini menurunkan ketegangan dalam hubungan transatlantik, itu tidak berarti ketidakpastian telah hilang sepenuhnya. Pemerintahan Trump masih menyimpan isu strategis seperti "keamanan Arktik" dan sistem pertahanan rudal "Golden Dome" di meja. Namun, untuk saat ini, ekonomi global menikmati kelegaan karena telah mundur dari ambang perang dagang bernilai miliaran dolar.
Catatan Analisis: Insiden ini adalah contoh klasik dari strategi "negosiasi melalui ancaman" era Trump. Pertama, mengeluarkan ancaman dengan nada tertinggi, lalu mundur sebagai "pahlawan" dengan "kesepakatan kerangka"... Namun, aliansi baru yang dibangun Eropa dengan raksasa seperti India menunjukkan bahwa strategi AS ini mungkin menghasilkan konsekuensi jangka panjang yang tak terduga.