Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
#美国核心物价涨幅不及市场预估 Logam Mulia Mingguan (1.12-1.17): Naik Terlebih Dahulu, Kemudian Koreksi
Pergerakan emas spot minggu ini cukup menarik. Dibuka di sekitar 4510 dolar/ons, sempat mencapai 4642.85 dolar/ons yang merupakan rekor tertinggi, dan pada penutupan hari Jumat kembali turun ke 4595 dolar/ons, dengan kenaikan mingguan sebesar 1.8%. Terlihat stabil dan naik, tetapi detailnya menunjukkan volatilitas yang meningkat—pada hari Jumat, harga terendah sempat menyentuh 4537.79 dolar/ons, dan tekanan profit taking di level tinggi cukup jelas.
**Mengapa harga emas masih terus naik?**
Bank sentral dari berbagai negara terus mengakumulasi emas secara agresif. Bank sentral China selama 14 bulan berturut-turut menambah cadangan emas, dan dalam dua minggu pertama Januari saja, mereka membeli lebih dari 50 ton emas bersih. Daya beli yang berkelanjutan ini menjadi fondasi jangka panjang bagi harga emas. Indeks dolar baru-baru ini melemah, sehingga biaya peluang memegang emas berkurang, dan dana lebih bersedia untuk melakukan bottom fishing. Ditambah lagi, situasi di Timur Tengah masih banyak ketidakpastian, sehingga permintaan safe haven tetap mendukung harga.
Di sisi lain, ada tekanan: data ekonomi AS yang cukup kuat membuat pasar mulai memperkirakan bahwa siklus penurunan suku bunga oleh Federal Reserve mungkin akan tertunda, yang membatasi kenaikan harga emas lebih lanjut. Namun, kepercayaan institusi tetap kokoh—ETF emas terbesar (SPDR) memegang 1074.80 ton, mencapai level tertinggi dalam tiga setengah tahun.
**Bagaimana pandangan teknikal?**
Tren kenaikan harian masih berlangsung. Moving average 50 hari berada di 4287 dolar, menjadi support jangka menengah. Resistance di atas berada di 4640-4650 dolar dan 4675 dolar; support di bawahnya berada di 4550-4570 dolar, support jangka menengah di 4445-4458 dolar, dan area support kuat di 4270-4287 dolar.
**Bagaimana cara bertransaksi?**
Jangka pendek: Dalam kondisi sideways di level tinggi, chasing rally tidak disarankan. Tunggu hingga harga stabil di support 4550-4570 dolar, lalu ambil posisi long dengan posisi kecil, target di 4620-4640 dolar. Jika menembus di bawah 4520 dolar, sebaiknya tunggu dan pertimbangkan posisi short kecil, target di 4450 dolar.
Jangka menengah: Jika kembali ke kisaran 4445-4458 dolar, bisa mulai membangun posisi long secara bertahap, dengan stop loss di bawah 4400 dolar, dan target utama di 4800-5000 dolar.
**Risiko utama**
Harga emas sudah berada di level tertinggi sejarah, sehingga risiko koreksi teknikal meningkat. Jika inflasi kembali menguat, pemangkasan suku bunga tidak sesuai harapan, atau ketegangan geopolitik mereda secara tiba-tiba, kemungkinan akan terjadi koreksi yang cukup dalam.
Minggu depan, tetap perhatikan data inflasi AS, pernyataan pejabat Federal Reserve, perkembangan geopolitik, posisi ETF, dan pergerakan indeks dolar.