Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
#美国民主党BlueVault Bank tradisional sedang menghadapi guncangan yang belum pernah terjadi sebelumnya—kemunculan stablecoin berbunga.
Ini bukan sekadar sensasi. Seorang eksekutif dari salah satu bank terkemuka di AS baru-baru ini mengungkapkan angka yang mencengangkan dalam laporan keuangan mereka: jika stablecoin berbunga menyebar secara besar-besaran, sistem perbankan bisa kehilangan hingga @E5@ triliun dolar dalam simpanan. Ini bukan sekadar permainan angka, melainkan tentang rekonstruksi seluruh ekosistem keuangan.
Mengapa ini begitu serius? Logikanya sebenarnya cukup jelas. Eksekutif tersebut menunjukkan inti masalah—dana dari stablecoin sama sekali tidak mengalir ke ekonomi riil. Berdasarkan analisis data dari Departemen Keuangan terkait, struktur aset stablecoin lebih mirip dengan versi ulang dari dana pasar uang: sejumlah besar dana cadangan diakumulasi dalam aset berisiko rendah seperti surat utang jangka pendek, bukan seperti bank yang mengubah simpanan menjadi pinjaman perusahaan.
Apa konsekuensinya? Bayangkan saja: begitu simpanan besar-besaran disedot oleh stablecoin, bank kehilangan sumber dana murah tradisional, dan harus beralih ke pembiayaan grosir yang mahal. Hasilnya sudah jelas—biaya pembiayaan masyarakat secara keseluruhan meningkat, dan kemampuan kredit usaha kecil dan menengah menjadi berkurang.
Karena kekhawatiran ini, Komite Perbankan Senat secara tegas mengusulkan sebuah klausul kunci dalam rancangan undang-undang kripto: melarang stablecoin yang tidak digunakan menghasilkan bunga. Kedengarannya seperti detail regulasi teknis, tetapi sebenarnya ini adalah pisau yang mengarah ke sektor keuangan kripto.
Ini langsung memicu kemarahan industri kripto. CEO salah satu bursa terkemuka menyatakan keberatannya: rancangan ini tidak hanya membatasi mekanisme penghasilan stablecoin, tetapi juga secara substansial menutup ruang pengembangan tokenisasi saham, sekaligus memberikan pembatasan sistemik terhadap DeFi. Kesimpulannya sangat jelas—ini adalah cara keuangan tradisional melalui "memutus penghasilan stablecoin" untuk membantu sistem perbankan menghilangkan pesaingnya. Karena itu, bursa memutuskan untuk menarik dukungan mereka terhadap rancangan undang-undang ini.
Perkembangan situasi pun berlangsung cepat. Pemungutan suara yang dijadwalkan pada 15 Januari ditunda, dan Komite Perbankan Senat terjebak dalam perang tarik-ulur terkait rancangan ini.
Pada intinya, ini sudah melampaui diskusi regulasi semata. Ini adalah konfrontasi langsung antara sistem keuangan lama dan ekosistem keuangan berbasis blockchain. Stablecoin menyentuh bagian paling rentan dari sistem perbankan—dasar simpanan dan margin keuntungan.
Ke depan, pertarungan legislatif ini akan menentukan arah masa depan stablecoin: apakah akan dimasukkan ke dalam kerangka regulasi yang ketat dan dikontrol "dinding pembatas", atau tetap sebagai variabel yang mengubah aturan keuangan. Setiap langkah penyesuaian kebijakan dapat merombak ulang seluruh pola ekosistem keuangan kripto.