Pejabat Federal Reserve mengeluarkan pernyataan secara intensif: penundaan pemangkasan suku bunga telah menjadi konsensus, dan lapangan kerja menjadi fokus baru

The new voting member of the Federal Reserve, Powell, recently stated that there is no need to rush into another rate cut, reflecting the mainstream attitude within the Federal Reserve. More notably, she emphasized that the employment market is a greater concern than inflation, marking a subtle shift in the Fed’s policy focus. As the Federal Reserve meeting on January 27-28 approaches, market expectations for rate cuts are being readjusted.

Powell’s Policy Stance: Rate Cuts Require Waiting

As a newly appointed voting member in 2026, Powell’s statements represent the mainstream view of the Federal Reserve. She supports the Fed’s past three rate cut decisions but remains cautious about the current policy pace.

Inti utama

Powell believes that the current monetary policy is “somewhat tight,” with interest rates still sufficiently high, slightly above the neutral level that neither stimulates nor restrains growth. This indicates her confidence in maintaining the current interest rate level. She expressed satisfaction with the upcoming meeting on January 27-28 to keep rates steady.

She expects that by the end of 2026, inflation will make meaningful progress toward the Fed’s 2% target. However, this progress does not mean an immediate rate cut is necessary. In her view, completing the task of reducing inflation remains the top priority.

Kondisi untuk Pemotongan Suku Bunga

Powell does not completely rule out the possibility of rate cuts but has set clear conditions. She indicated a tendency to modestly cut rates later in 2026, provided one of the following conditions is met:

  • Data inflasi confirms her expectations, indicating price pressures are easing
  • Evidence emerges showing the employment market is unexpectedly worsening

These two conditions reflect her emphasis on data and her concern for the employment market.

Employment Becomes a Greater Concern Than Inflation

A key signal in Powell’s statements is her concern about the employment market. According to reports from Fed spokesperson Nick Timiraos, Powell believes that while the labor market has been impacted, it has not collapsed, but this remains a greater concern than inflation.

This view aligns with the latest Beige Book from the Fed. The Beige Book shows that eight of the twelve Federal Reserve districts experienced slight to moderate economic growth, but employment conditions mostly remained unchanged. This indicates some signs of weakness in the employment market.

Fed Officials’ Attitudes Compared

Powell’s stance is not isolated but reflects a consensus within the Fed. However, different officials emphasize different aspects of policy.

Pejabat Posisi Pernyataan Kunci
Powell Menahan di Januari, mungkin akan menurunkan suku bunga nanti Lebih peduli terhadap pekerjaan daripada inflasi
Kashkari Menahan di Januari, mendukung Powell Tidak melihat motivasi untuk menurunkan suku bunga di Januari
Williams Tidak ada alasan untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat Perkiraan pertumbuhan GDP 2.5%-2.75% pada 2026
Mester Mencari alasan baru untuk menurunkan suku bunga Pemerintah Trump yang mengurangi regulasi mungkin menurunkan tekanan inflasi

Dari perbandingan ini, dapat dilihat bahwa para pejabat Fed sepakat mempertahankan suku bunga di Januari, tetapi memiliki pandangan berbeda tentang kebijakan selanjutnya. Powell dan Kashkari lebih berhati-hati, sementara Mester mencari alasan baru untuk menurunkan suku bunga.

Dampak terhadap Pasar

Pernyataan Powell memiliki beberapa makna bagi pasar:

Penyesuaian Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga

Ekspektasi pasar terhadap jumlah pemotongan suku bunga di 2026 terus berubah. Pernyataan Powell semakin menguatkan ekspektasi bahwa Fed tidak akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Ini meningkatkan kemungkinan bahwa pada pertemuan 27-28 Januari, suku bunga akan dipertahankan.

Dampak terhadap Dolar dan Pasar Suku Bunga

Penundaan pemotongan suku bunga biasanya akan mendukung penguatan dolar dan menjaga imbal hasil obligasi AS tetap tinggi. Hal ini dapat memberi tekanan pada pasar saham dan aset berisiko. Sebaliknya, komoditas dan aset kripto yang dihitung dalam dolar mungkin menghadapi tekanan tertentu.

Pertimbangan Pasar Kripto

Penundaan pemotongan suku bunga berarti lingkungan likuiditas dalam jangka pendek tidak akan membaik secara signifikan. Berdasarkan informasi terkait, pasar sudah mulai mengkonsumsi ekspektasi ini—Bitcoin meskipun menembus $97.000, ini lebih merupakan reaksi teknikal dan sentimen pasar, bukan cerminan perbaikan likuiditas.

Ringkasan

Powell mewakili pandangan utama Fed yang jelas: pemotongan suku bunga bisa ditunda, dan masalah pekerjaan lebih penting untuk diperhatikan. Ini berarti:

  • Probabilitas mempertahankan suku bunga di pertemuan 27-28 Januari mendekati 100%
  • Pemotongan suku bunga di 2026 tidak akan sebanyak yang diperkirakan pasar sebelumnya
  • Data ketenagakerjaan akan menjadi variabel kunci yang mempengaruhi kebijakan Fed
  • Hanya jika pasar tenaga kerja mengalami penurunan tak terduga atau data inflasi menunjukkan perbaikan yang jelas, pemotongan suku bunga mungkin terjadi

Bagi pasar kripto, ini berarti lingkungan likuiditas dalam waktu dekat sulit membaik secara signifikan, tetapi dalam jangka panjang, jika pasar tenaga kerja benar-benar memburuk, Fed akhirnya mungkin terpaksa menurunkan suku bunga. Oleh karena itu, fokus utama adalah pada data ketenagakerjaan dan inflasi di masa depan, bukan pada pernyataan optimis pejabat Fed.

BTC3,87%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan