Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
#美国核心物价涨幅不及市场预估 Buffett baru-baru ini kembali mengeluarkan peringatan tentang potensi risiko kecerdasan buatan, dengan kata-kata yang sangat tegas dan mencolok. Dia membandingkan ancaman AI secara langsung dengan "kekuatan teknologi setara senjata nuklir", ini bukanlah sekadar ucapan berlebihan, melainkan berdasarkan sebuah kenyataan: bahkan para ahli terkemuka di bidang AI pun tidak dapat memprediksi bagaimana teknologi ini akan berkembang di masa depan.
Ketidakpastian ini sendiri adalah sebuah risiko. Buffett menggunakan sebuah perumpamaan yang hidup—"peri yang melarikan diri dari botol ajaib". Begitu AI tertanam dalam setiap sudut masyarakat, tidak akan bisa dikembalikan lagi. Reaksi berantai yang mungkin timbul dari AI jauh melampaui batas pengawasan dan pengelolaan yang ada saat ini.
Namun, perlu dicatat bahwa Buffett tidak menolak nilai komersial AI. Kekhawatirannya yang sebenarnya adalah efek penguatan AI dalam penipuan keuangan, manipulasi informasi, dan pengendalian opini publik. Kesadaran akan risiko ini tercermin langsung dalam pengambilan keputusannya dalam berinvestasi: Berkshire Hathaway secara jangka panjang menaruh taruhan pada industri yang dapat diprediksi seperti asuransi, energi, dan barang konsumsi sehari-hari, sekaligus secara tidak langsung berbagi keuntungan dari pertumbuhan AI melalui kepemilikan di perusahaan teknologi raksasa seperti Apple dan Alphabet. Dengan cara ini, dia tidak melewatkan peluang dan juga tidak menjadi penjudi.
Lebih menarik lagi, adalah kondisi alokasi modal Berkshire Hathaway saat ini. Pada akhir 2025, mereka mencatatkan rekor tertinggi dalam kas dan setara kas. Dalam lingkungan dengan valuasi tinggi dan ketidakpastian besar, kas menjadi "margin keamanan" yang langka. Buffett berulang kali menekankan bahwa meskipun kas bukan aset jangka panjang terbaik, itu adalah pertahanan penting melawan risiko ekstrem.
Dengan kehadiran CEO baru, fokus pasar juga mulai bergeser. Dari "penilaian pribadi dari Raja Saham" menjadi "kemampuan alokasi modal yang terinstitusionalisasi". Mungkin warisan terbesar Buffett bukanlah sebuah kisah sukses dalam memilih saham tertentu, melainkan pemahaman mendalamnya tentang risiko, waktu, dan keterbatasan manusia.