Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Ancaman inflasi meningkat: Mimpi Federal Reserve menurunkan suku bunga pada 2026 hancur, dua variabel utama mengguncang pasar
Pada awal tahun 2026, kekhawatiran pasar terhadap inflasi meningkat secara signifikan. Beberapa manajer dana memperingatkan bahwa lonjakan harga logam, biaya energi dan infrastruktur yang didorong oleh AI, serta ketidakpastian terkait pergantian Ketua Federal Reserve oleh Trump pada bulan Mei, berpotensi membuat tingkat inflasi tahun ini jauh melampaui perkiraan sebelumnya. Ini tidak hanya mematahkan angan-angan pasar tentang penurunan suku bunga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran baru di pasar keuangan.
Di mana tekanan inflasi?
Berdasarkan berita terbaru, inflasi saat ini masih di atas target 2% dari Federal Reserve. Pasar awalnya memperkirakan Fed akan melakukan dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2026, masing-masing sebesar 25 basis poin. Tetapi jika tekanan harga semakin meningkat, ekspektasi ini mungkin sulit terpenuhi, bahkan ada risiko tidak ada penurunan suku bunga sepanjang tahun.
Ada tiga faktor utama yang mendorong hal ini:
Keterlambatan penetapan harga pasar
Yang menarik, meskipun risiko-risiko ini sudah jelas di depan mata, pasar saham dan pasar obligasi AS belum sepenuhnya memperhitungkannya. Beberapa investor menunjukkan bahwa jika hasil obligasi 10 tahun menembus 4,3%, ini bisa menjadi sinyal peringatan penting terhadap tekanan inflasi dan pasar keuangan. Dengan kata lain, pasar saat ini masih “tidur”, dan jika garis ini ditembus, bisa memicu penyesuaian yang lebih tajam.
Beberapa institusi sudah mulai mengambil langkah defensif, menunjukkan bahwa uang pintar di pasar sudah mulai bergerak.
Variabel faktor Trump
Informasi terbaru menunjukkan bahwa sikap Trump terhadap Federal Reserve tetap keras. Ia baru-baru ini menyatakan bahwa Powell “entah tidak kompeten, entah tidak jujur”, sekaligus menyebut bahwa seharusnya “penurunan suku bunga secara besar-besaran dilakukan”. Sikap kontradiktif ini mencerminkan konflik antara politik dan kebijakan ekonomi.
Yang lebih penting, Trump berencana mengganti Ketua Fed pada bulan Mei. Berdasarkan ekspektasi pasar, probabilitas Kevin Warsh terpilih sekitar 40%, dan Kevin Hassett sekitar 38%. Preferensi kebijakan dari calon ketua baru ini mungkin berbeda jauh dari Powell saat ini, yang akan menambah ketidakpastian kebijakan.
Kekhawatiran di pasar kripto
Dari sudut pandang aset kripto, perubahan ini patut diperhatikan. Ekspektasi inflasi yang meningkat dan prospek penurunan suku bunga yang memudar biasanya akan mendukung hasil obligasi AS, yang memberi tekanan pada aset berisiko. Selain itu, pergantian Ketua Fed dan ketidakpastian kebijakan juga akan meningkatkan volatilitas pasar.
Kesimpulan
Tekanan inflasi tahun 2026 bukanlah omong kosong, melainkan risiko nyata yang didorong oleh berbagai faktor nyata. Ekspektasi pasar terhadap dua kali penurunan suku bunga yang indah saat ini berpotensi hancur. Tekanan politik Trump terhadap Fed dan rencana pergantian ketua semakin memperburuk ketidakpastian ini.
Saat ini, poin pengamatan utama adalah apakah hasil obligasi 10 tahun akan menembus 4,3%—garis ini bisa menentukan apakah pasar akan melakukan penyesuaian ulang terhadap risiko-risiko ini. Bagi peserta pasar kripto, beberapa bulan ke depan sangat penting untuk memantau arah kebijakan Fed dan perkembangan data inflasi terbaru.