Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Apakah ChatGPT membuat kita menjadi bodoh?
Yah, agak begitu.
Data ilmiah terbaru akan mengejutkanmu.
Kamu akan ingin memikirkan kembali bagaimana kamu menggunakan ChatGPT setelah membaca ini.
Sebuah studi terbaru dari MIT melakukan analisis pemindaian otak lengkap pada 54 individu berusia 18-39 tahun.
Peserta secara acak dibagi menjadi tiga kelompok masing-masing 18:
Kelompok satu: LLM (menggunakan ChatGPT)
Kelompok dua: Mesin pencari (menggunakan alat seperti Google)
Kelompok tiga: hanya otak (tanpa bantuan eksternal)
Peserta menyelesaikan tugas menulis esai selama 3-4 sesi selama 4 bulan.
Setiap sesi melibatkan 20 menit menulis di bawah pengawasan EEG (elektroensefalogram).
Pada Sesi 4, terjadi peralihan: pengguna LLM beralih ke Brain-only (LLM-ke-Otak), dan pengguna Brain-only beralih ke LLM (Otak-ke-LLM).
Wawancara pasca-tugas menilai kemampuan mengutip, kepemilikan, kepuasan, kekhawatiran etis, dan lainnya.
Hasil yang ditemukan kemungkinan akan mengejutkanmu.
Kelompok satu (yang menggunakan LLM) menunjukkan koneksi aktivitas neural TERLEMAH.
Aktivitas neural menurun dari 79 menjadi 42 - penurunan sebesar 47%.
83% pengguna ChatGPT tidak dapat mengingat apa yang mereka tulis hanya beberapa menit sebelumnya.
Kelompok tiga (hanya otak) menunjukkan tingkat aktivitas otak (berpikir kreatif, memecahkan masalah) yang paling kuat.
ChatGPT membantu pengguna menyelesaikan tugas 60% lebih cepat, TAPI dengan penurunan hampir -50% dalam aktivitas otak.
Para peneliti menyebut ini sebagai "utang kognitif" - peningkatan produktivitas jangka pendek dengan mengorbankan kemampuan berpikir kritis jangka panjang.
Jadi, apa yang bisa kamu lakukan agar aktivitas otakmu tidak menyusut hingga -50%?
Perlakukan AI HANYA sebagai alat.
Gunakan untuk menjadi lebih kreatif, belajar, dan memperluas proses berpikirmu saat ini.
Hindari bergantung padanya 24/7/365.
Beberapa tips praktis dasar:
• 2-3x/minggu adakan sesi kerja di mana kamu benar-benar menghindari AI (seperti kelompok otak-saja dalam studi ini)
• Baca 10 halaman/hari (baca perlahan, buat catatan)
• Catat harian (minimal satu paragraf)
Otakmu seperti otot - jika tidak digunakan/dilatih, akan menjadi lebih lemah dan kurang efisien seiring waktu.