Web3 sebenarnya sedang mengulangi jejak perkembangan Web2.



Masih ingat seperti apa awal mula internet? Memuat halaman lambat, gambar jarang, konten kasar. Penyebab utamanya sangat sederhana—penyimpanan dan bandwidth yang mahal sekali.

Hingga teknologi penyimpanan awan dan CDN matang, konten internet baru benar-benar meledak.

Dalam konteks Web3, peran protokol penyimpanan terdesentralisasi sebenarnya sudah jelas: itu adalah "penyimpanan awan + infrastruktur distribusi data" dalam jaringan terdistribusi.

Tapi kali ini ada perbedaan mendasar. Tidak ada raksasa terpusat yang mendominasi, melainkan arsitektur jaringan yang dapat diverifikasi, tahan sensor, dan tanpa izin.

Ketika sejarah mulai terulang, biasanya hanya sedikit orang yang bisa melihat nilai dari cerita sebelum cerita itu selesai.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 9
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
GateUser-c799715cvip
· 01-18 18:36
Haha saya setuju dengan logika ini, tapi yang penting adalah orang benar-benar menggunakannya

---

Apakah sistem penyimpanan awan itu otomatis menjadi terdesentralisasi saat dipindahkan ke web3? Rasanya tidak semudah itu

---

Tunggu, apakah ini menunjukkan bahwa saat ini yang masuk hanyalah sedikit orang? Jadi apakah saya terlambat membeli

---

Pengulangan jejak memang pengulangan, tapi yang benar-benar bisa mengalahkan monopoli raksasa adalah taruhan utama

---

Ceritanya cukup bagus, cuma saya tidak tahu kapan aplikasi tanpa gangguan bisa digunakan

---

Penyimpanan terdesentralisasi selalu dipromosikan, tapi bagaimana dengan kegunaannya, pengalaman pengguna, ini yang menjadi hambatan utama

---

Sebelum cerita selesai, lihat nilai sebenarnya, apakah yang melihatnya sekarang bisa menghasilkan uang

---

Memang benar, tapi Web2 juga membutuhkan waktu lama untuk matang, berapa lama lagi Web3 harus menunggu

---

Gagasan ini agak terlalu optimis, raksasa tidak akan dengan mudah menyerahkan pasar
Lihat AsliBalas0
MidnightGenesisvip
· 01-16 18:37
Data on the chain shows that storage costs are indeed a key bottleneck, but this analogy overlooks one point — Web2 is driven by centralized benefits with exponential growth, while Web3 relies on incentive mechanisms to operate autonomously. Can their trajectories be the same?
Lihat AsliBalas0
TooScaredToSellvip
· 01-16 01:57
Rekayasa sejarah sudah bosan didengar, tapi kembali lagi... apakah penyimpanan terdesentralisasi benar-benar bisa mengalahkan raksasa penyimpanan awan?

Pada masa awal internet, jujur saja saya juga tidak sempat ikut, tapi sekarang melihat proyek seperti IPFS, rasanya masih sangat lambat.

Tapi kembali lagi, jika benar-benar bisa dibuat, pasti sangat berharga.

Gaya bicara seperti ini selalu menarik beberapa orang untuk bergabung, tapi tingkat kesulitan eksekusinya... hmm, tergantung siapa yang dulu membuat pengalaman pengguna menjadi lancar.

Memang, mereka yang masuk awal bisa melihat dengan jelas, masalahnya adalah saya sebagai investor kecil sama sekali tidak bisa menilai siapa yang akan berhasil.

Itulah mengapa saya tidak bisa bertahan, setelah berbagai liku, saya tetap memutuskan untuk mengamati dari jauh dalam jangka panjang.

Saya optimis, tapi siapa yang bisa menanggung risikonya?
Lihat AsliBalas0
DegenApeSurfervip
· 01-16 01:54
哈,又是那套"sejarah berulang"的论调。不过 kali ini memang agak menarik, apakah penyimpanan terdesentralisasi benar-benar bisa mengalahkan raksasa cloud masih belum pasti.

Ngomong-ngomong, daripada menunggu "sekelompok orang" memahami nilai, lebih baik langsung all in sekarang, bagaimanapun juga sudah pernah rugi.

Logika ini terdengar seperti memberi dukungan pada beberapa proyek, harus waspada.

Rinciannya adalah kunci, meskipun protokol penyimpanan sekuat apapun, pengalaman pengguna yang tidak memadai tetap tidak berguna.

Benar apa yang dikatakan, tapi syaratnya adalah jaringan "tanpa izin" ini benar-benar bisa bertahan melewati bull market berikutnya.

Berapa banyak uang yang dihabiskan Web2 dulu untuk membentuk pola saat ini, apakah pendanaan Web3 cukup untuk ini?
Lihat AsliBalas0
New_Ser_Ngmivip
· 01-16 01:43
Semua orang berbicara tentang pengulangan sejarah, tetapi kali ini apakah kita benar-benar bisa lepas dari cengkeraman raksasa? Saya meragukannya.
Lihat AsliBalas0
BTCRetirementFundvip
· 01-16 01:40
Logika ini terdengar bagus, tetapi saya tetap merasa bahwa sebagian besar proyek Web3 saat ini hanya bermain cerita, infrastruktur yang benar-benar bisa berjalan masih sangat sedikit.
Lihat AsliBalas0
DoomCanistervip
· 01-16 01:38
Bro, analogi ini agak dipaksakan... Bottleneck sebenarnya bukan di protokol penyimpanan

Kalau dibilang bagus, sekarang yang pakai IPFS aja lagi komplain soal kecepatan, mau ngomong apa soal desentralisasi

Internet awalnya jelek karena keterbatasan teknologi, Web3 jelek karena sebenarnya nggak ada yang pakai

Jadi... sekarang beli apa nih

Tapi ngomong-ngomong, memang harus ada yang melihat dulu, takutnya yang lihat cuma para pemiliknya

Pengulangan cerita ini sudah bosan didengar

Kalau benar-benar meledak nanti, pasti sudah bukan seperti sekarang lagi
Lihat AsliBalas0
  • Sematkan