Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Banyak trader pemula cenderung salah paham saat melihat indikator teknikal—alat ini terlihat mampu menunjukkan secara akurat kapan harus beli, kapan harus jual, jelas dan langsung, sehingga mereka tidak perlu repot memikirkan kondisi pasar.
Tapi ada satu hal yang harus dijelaskan terlebih dahulu: semua indikator teknikal dihitung berdasarkan data harga historis, secara alami akan tertinggal, itu tidak bisa dihindari. Namun, keterlambatan ≠ tidak berguna. Nilai dari indikator adalah membantu trader dengan cepat memahami denyut pasar saat ini—seberapa besar fluktuasi harga, apakah tren cukup kuat, apakah pasar terlalu panas (overbought) atau sudah mencapai titik terendah (oversold). Daripada mengira-ngira sendiri di antara sekumpulan data, indikator bisa menghemat banyak usaha.
Ada satu aturan inti yang harus diingat: strategi trading apapun tidak boleh bergantung 100% pada indikator. Peran utama indikator adalah "konfirmasi kedua atas keputusanmu", sebagai alat bantu, bukan satu-satunya dasar sinyal trading. Melihat indikator menyala hijau lalu langsung masuk, itu perjudian, bukan trading.
**1. Level Retracement Fibonacci (Fibonacci Retracement)**
Secara ketat, ini bukan indikator tradisional, tetapi banyak trader handal menganggapnya sebagai alat wajib. Prinsip utamanya berasal dari deret Fibonacci—1, 1, 2, 3, 5, 8, 13… setiap angka adalah jumlah dari dua angka sebelumnya. Membagi angka-angka bersebelahan akan berulang kali muncul angka ajaib 0.618, yang dikenal sebagai "rasio emas".
Dalam praktik, yang paling sering digunakan adalah garis 61.8%, terutama untuk memprediksi posisi koreksi dalam tren naik atau turun. Dipadukan dengan garis 38.2% dan 50%, dapat menandai area support dan resistance penting di pasar. Jangan terlalu khawatir dengan ketepatan angka, anggap saja level-level ini sebagai kerangka acuan, untuk menemukan posisi di mana harga cenderung rebound atau menembus.