Ketika pasar saham sedang tenang, investasi dalam saham dividen menjadi pilihan yang menarik bagi mereka yang menginginkan pendapatan tetap. Karakteristik khusus dari jenis investasi ini adalah menerima arus kas secara konsisten seperti bunga deposito bank, tetapi sekaligus memiliki peluang untuk pertumbuhan modal sesuai dengan peningkatan nilai saham di masa depan. Selain itu, memegang saham dividen juga berarti menjadi bagian dari perusahaan dan mendapatkan manfaat dari pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.
Saham dividen: pengertian dan karakteristik dasar
Saham dividen adalah saham perusahaan yang memiliki kebijakan pembagian laba secara berkelanjutan setiap tahun. Pembayaran dividen ini ditentukan berdasarkan struktur kebijakan yang jelas, dan jumlah dividen tergantung pada dua faktor utama: laba yang diperoleh perusahaan tahun tersebut dan persetujuan dari rapat umum pemegang saham.
Sebagai contoh, jika PT ABC mengumumkan pembayaran dividen sebesar 1,75 Baht per saham dengan tanggal ex-dividend pada 1 Juli, maka pemegang saham sebanyak 10.000 saham yang tetap memegang hingga hari tersebut akan menerima uang sebesar 17.500 Baht (sebelum dipotong pajak). Tidak penting apakah mereka pemegang saham lama atau baru, hanya saja biaya investasi akan berbeda.
Yang perlu diketahui adalah bahwa dividen tidak berasal dari modal awal perusahaan, melainkan dari laba bersih yang diperoleh setelah operasional. Perusahaan akan menyisihkan sebagian laba untuk pengembangan lebih lanjut dan mengembalikan sisanya kepada pemegang saham. Laba ini bisa berasal dari kinerja tahun berjalan atau dari laba ditahan dari tahun-tahun sebelumnya. Jika perusahaan mengalami kerugian atau belum pernah memperoleh laba, maka tidak akan ada dividen yang dibagikan.
Bentuk-bentuk pembayaran dividen
Bentuk pembayaran berdasarkan jenis
Pembayaran tunai langsung adalah metode yang paling umum dan populer. Investor menerima uang tunai langsung ke rekening mereka, mirip menerima bunga dari deposito. Sebagian kecil dari dividen ini akan dipotong pajak sebesar 10%.
Pembayaran dalam bentuk saham baru adalah memberikan hasil dalam bentuk saham biasa yang diterbitkan kembali. Metode ini membantu perusahaan menyimpan kas untuk operasional. Pemegang saham dapat memilih untuk menambah jumlah saham atau menjualnya untuk mendapatkan uang tunai. Namun, pembayaran dividen dalam bentuk saham biasanya menyebabkan penurunan harga saham (Dilusi) karena jumlah saham di pasar meningkat, tetapi berbeda dari peningkatan modal langsung karena pemegang saham tidak perlu membayar tambahan.
Bentuk pembayaran berdasarkan periode waktu
Dividen tahunan berasal dari laba tahun buku yang diumumkan setelah penutupan laporan keuangan pada bulan Maret. Kemudian disetujui dalam rapat umum pemegang saham dan dibayarkan dalam waktu sekitar 1 bulan.
Dividen interim adalah pembayaran di luar dividen tahunan. Perusahaan yang berkinerja baik mungkin membayar dividen kedua pada bulan Agustus-September, yang disetujui oleh dewan komisaris dan dibayarkan dalam waktu 1 bulan. Setelah itu, laporan kepada rapat umum pemegang saham berikutnya.
Indikator penting dalam analisis saham dividen
Kebijakan pembayaran dividen (Dividend Policy)
Setiap perusahaan memiliki kebijakan sendiri, misalnya PT Intouch Holdings (INTUCH) menetapkan kebijakan membagikan 100% dari dividen yang diperoleh dari anak perusahaan. Sedangkan PT Pertamina (Persero) (PTT) menetapkan membagikan tidak kurang dari 25% dari laba bersih setelah cadangan.
Maknanya adalah, jika INTUCH memiliki EPS (EPS) sebesar 3,3 Baht, perusahaan cenderung membayar dividen sekitar 3,3 Baht per saham (100% dari EPS). Sementara PTT dengan EPS 2,64 Baht cenderung membayar minimal 0,66 Baht per saham. Kebijakan ini hanyalah kerangka umum, sedangkan rasio sebenarnya masih harus disetujui dalam rapat umum pemegang saham.
Rasio Pembayaran Dividen (Dividend Payout Ratio)
Angka ini menunjukkan proporsi dividen yang dibayarkan terhadap laba bersih per saham, dihitung dengan rumus:
Rasio Pembayaran Dividen (%) = (Dividen per saham / Laba bersih per saham) × 100
Contohnya, tahun 2022, INTUCH membayar dividen sebesar 4,72 Baht, sementara EPS hanya 3,28 Baht, sehingga rasio pembayaran dividen mencapai 144%, yang berarti perusahaan menggunakan laba ditahan untuk membayar lebih. Sebaliknya, PTT pada tahun yang sama membayar dividen 2 Baht dari EPS 2,64 Baht, rasio 75%, yang termasuk normal.
Imbal hasil dividen (Dividend Yield)
Adalah rasio yang menunjukkan pengembalian dari dividen terhadap nilai investasi sebenarnya, dihitung dengan rumus:
Dividend Yield = (Dividen per saham ÷ Harga saham) × 100
Misalnya, tahun 2022, INTUCH membayar dividen 4,72 Baht, harga penutupan 72,75 Baht, maka imbal hasil dividen adalah 6,5%. Jika investor membeli di harga 50 Baht, hasilnya akan meningkat menjadi 9,44%. Sebaliknya, jika membeli di harga lebih tinggi, hasilnya akan lebih rendah. Pengelolaan biaya menjadi kunci utama.
Langkah praktis: cara membeli saham dividen dengan sukses
Langkah 1: Membuat akun perdagangan saham
Siapkan dokumen penting seperti salinan KTP, halaman buku tabungan, dan formulir pendaftaran dari broker. Proses persetujuan biasanya memakan waktu 1-5 hari kerja. Selain itu, daftarkan layanan E-Dividend agar dividen otomatis masuk ke rekening bank.
Langkah 2: Transfer dana investasi
Setelah akun disetujui, transfer dana ke rekening saham sebagai jaminan atau limit untuk siap membeli saat peluang muncul.
Langkah 3: Cari dan pantau saham dividen
Pelajari saham dividen yang menarik sebelumnya, pantau harga melalui Watch List, gunakan analisis grafik atau penilaian dasar untuk menentukan harga masuk yang sesuai.
Langkah 4: Pantau berita perusahaan dan pembayaran dividen
Perkirakan pembayaran dividen dari laba tahunan, buat perkiraan sebelum rapat umum disetujui. Harus memegang saham hingga hari ex-dividend agar berhak menerima dividen.
Langkah 5: Tunggu pembayaran dividen
Pembayaran dividen biasanya dilakukan dalam waktu sekitar 1 bulan setelah keputusan disetujui. Uang akan ditransfer ke rekening bank yang terdaftar di E-Dividend, dengan potongan pajak 10%. Bagian ini dapat dikurangkan dari pengurangan pajak akhir tahun.
Hindari jebakan umum: bagaimana memilih saham dividen
1. Pilih perusahaan yang memiliki kekuatan dalam menghasilkan laba
Dividen berasal dari laba, jadi investasi di perusahaan yang kokoh, mampu menghasilkan pendapatan stabil dalam jangka panjang, merupakan jaminan bahwa dividen akan berkelanjutan dan nilai saham tidak akan menurun.
2. Cari Dividend Yield yang masuk akal
Setidaknya, pengembalian dari dividen harus melebihi tingkat inflasi tahunan (sekitar 2%). Jika rasio dividen lebih rendah, nilai riil investasi akan menurun seiring waktu.
3. Waspadai rasio dividen yang terlalu tinggi secara tidak wajar
Dividen yang sangat tinggi secara terus-menerus biasanya tidak realistis. Jika menemukan rasio yang mencurigakan, periksa apakah pembayaran tersebut satu kali atau menggunakan laba ditahan yang habis. Pembayaran seperti ini tidak berkelanjutan; investor mungkin mendapatkan dividen tinggi hanya sekali atau dua kali, tetapi nilai saham akan menurun secara tidak terhindarkan setelahnya.
4. Cari perusahaan yang membayar dividen secara konsisten
Jangan hanya melihat satu tahun, pelajari riwayat pembayaran dividen selama 3-5 tahun. Perusahaan yang mampu membayar secara stabil menunjukkan kekuatan keuangan yang kokoh.
5. Kendalikan biaya kepemilikan saham
Meskipun dividen sama, pengembalian bisa berbeda tergantung harga beli. Investor A membeli di harga 5 Baht dan mendapatkan dividen 1 Baht, hasilnya 20%. Sedangkan investor B membeli di harga 6 Baht, hasilnya hanya 16,6%. Oleh karena itu, tunggu saat harga turun sebelum pengumuman kinerja untuk menghindari membeli di harga tertinggi yang biasanya sudah mencerminkan berita baik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami Dividen secara Mendalam: Panduan Lengkap untuk Berinvestasi dalam Saham Dividen
Mengapa saham dividen menarik bagi investor
Ketika pasar saham sedang tenang, investasi dalam saham dividen menjadi pilihan yang menarik bagi mereka yang menginginkan pendapatan tetap. Karakteristik khusus dari jenis investasi ini adalah menerima arus kas secara konsisten seperti bunga deposito bank, tetapi sekaligus memiliki peluang untuk pertumbuhan modal sesuai dengan peningkatan nilai saham di masa depan. Selain itu, memegang saham dividen juga berarti menjadi bagian dari perusahaan dan mendapatkan manfaat dari pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.
Saham dividen: pengertian dan karakteristik dasar
Saham dividen adalah saham perusahaan yang memiliki kebijakan pembagian laba secara berkelanjutan setiap tahun. Pembayaran dividen ini ditentukan berdasarkan struktur kebijakan yang jelas, dan jumlah dividen tergantung pada dua faktor utama: laba yang diperoleh perusahaan tahun tersebut dan persetujuan dari rapat umum pemegang saham.
Sebagai contoh, jika PT ABC mengumumkan pembayaran dividen sebesar 1,75 Baht per saham dengan tanggal ex-dividend pada 1 Juli, maka pemegang saham sebanyak 10.000 saham yang tetap memegang hingga hari tersebut akan menerima uang sebesar 17.500 Baht (sebelum dipotong pajak). Tidak penting apakah mereka pemegang saham lama atau baru, hanya saja biaya investasi akan berbeda.
Yang perlu diketahui adalah bahwa dividen tidak berasal dari modal awal perusahaan, melainkan dari laba bersih yang diperoleh setelah operasional. Perusahaan akan menyisihkan sebagian laba untuk pengembangan lebih lanjut dan mengembalikan sisanya kepada pemegang saham. Laba ini bisa berasal dari kinerja tahun berjalan atau dari laba ditahan dari tahun-tahun sebelumnya. Jika perusahaan mengalami kerugian atau belum pernah memperoleh laba, maka tidak akan ada dividen yang dibagikan.
Bentuk-bentuk pembayaran dividen
Bentuk pembayaran berdasarkan jenis
Pembayaran tunai langsung adalah metode yang paling umum dan populer. Investor menerima uang tunai langsung ke rekening mereka, mirip menerima bunga dari deposito. Sebagian kecil dari dividen ini akan dipotong pajak sebesar 10%.
Pembayaran dalam bentuk saham baru adalah memberikan hasil dalam bentuk saham biasa yang diterbitkan kembali. Metode ini membantu perusahaan menyimpan kas untuk operasional. Pemegang saham dapat memilih untuk menambah jumlah saham atau menjualnya untuk mendapatkan uang tunai. Namun, pembayaran dividen dalam bentuk saham biasanya menyebabkan penurunan harga saham (Dilusi) karena jumlah saham di pasar meningkat, tetapi berbeda dari peningkatan modal langsung karena pemegang saham tidak perlu membayar tambahan.
Bentuk pembayaran berdasarkan periode waktu
Dividen tahunan berasal dari laba tahun buku yang diumumkan setelah penutupan laporan keuangan pada bulan Maret. Kemudian disetujui dalam rapat umum pemegang saham dan dibayarkan dalam waktu sekitar 1 bulan.
Dividen interim adalah pembayaran di luar dividen tahunan. Perusahaan yang berkinerja baik mungkin membayar dividen kedua pada bulan Agustus-September, yang disetujui oleh dewan komisaris dan dibayarkan dalam waktu 1 bulan. Setelah itu, laporan kepada rapat umum pemegang saham berikutnya.
Indikator penting dalam analisis saham dividen
Kebijakan pembayaran dividen (Dividend Policy)
Setiap perusahaan memiliki kebijakan sendiri, misalnya PT Intouch Holdings (INTUCH) menetapkan kebijakan membagikan 100% dari dividen yang diperoleh dari anak perusahaan. Sedangkan PT Pertamina (Persero) (PTT) menetapkan membagikan tidak kurang dari 25% dari laba bersih setelah cadangan.
Maknanya adalah, jika INTUCH memiliki EPS (EPS) sebesar 3,3 Baht, perusahaan cenderung membayar dividen sekitar 3,3 Baht per saham (100% dari EPS). Sementara PTT dengan EPS 2,64 Baht cenderung membayar minimal 0,66 Baht per saham. Kebijakan ini hanyalah kerangka umum, sedangkan rasio sebenarnya masih harus disetujui dalam rapat umum pemegang saham.
Rasio Pembayaran Dividen (Dividend Payout Ratio)
Angka ini menunjukkan proporsi dividen yang dibayarkan terhadap laba bersih per saham, dihitung dengan rumus:
Rasio Pembayaran Dividen (%) = (Dividen per saham / Laba bersih per saham) × 100
Contohnya, tahun 2022, INTUCH membayar dividen sebesar 4,72 Baht, sementara EPS hanya 3,28 Baht, sehingga rasio pembayaran dividen mencapai 144%, yang berarti perusahaan menggunakan laba ditahan untuk membayar lebih. Sebaliknya, PTT pada tahun yang sama membayar dividen 2 Baht dari EPS 2,64 Baht, rasio 75%, yang termasuk normal.
Imbal hasil dividen (Dividend Yield)
Adalah rasio yang menunjukkan pengembalian dari dividen terhadap nilai investasi sebenarnya, dihitung dengan rumus:
Dividend Yield = (Dividen per saham ÷ Harga saham) × 100
Misalnya, tahun 2022, INTUCH membayar dividen 4,72 Baht, harga penutupan 72,75 Baht, maka imbal hasil dividen adalah 6,5%. Jika investor membeli di harga 50 Baht, hasilnya akan meningkat menjadi 9,44%. Sebaliknya, jika membeli di harga lebih tinggi, hasilnya akan lebih rendah. Pengelolaan biaya menjadi kunci utama.
Langkah praktis: cara membeli saham dividen dengan sukses
Langkah 1: Membuat akun perdagangan saham
Siapkan dokumen penting seperti salinan KTP, halaman buku tabungan, dan formulir pendaftaran dari broker. Proses persetujuan biasanya memakan waktu 1-5 hari kerja. Selain itu, daftarkan layanan E-Dividend agar dividen otomatis masuk ke rekening bank.
Langkah 2: Transfer dana investasi
Setelah akun disetujui, transfer dana ke rekening saham sebagai jaminan atau limit untuk siap membeli saat peluang muncul.
Langkah 3: Cari dan pantau saham dividen
Pelajari saham dividen yang menarik sebelumnya, pantau harga melalui Watch List, gunakan analisis grafik atau penilaian dasar untuk menentukan harga masuk yang sesuai.
Langkah 4: Pantau berita perusahaan dan pembayaran dividen
Perkirakan pembayaran dividen dari laba tahunan, buat perkiraan sebelum rapat umum disetujui. Harus memegang saham hingga hari ex-dividend agar berhak menerima dividen.
Langkah 5: Tunggu pembayaran dividen
Pembayaran dividen biasanya dilakukan dalam waktu sekitar 1 bulan setelah keputusan disetujui. Uang akan ditransfer ke rekening bank yang terdaftar di E-Dividend, dengan potongan pajak 10%. Bagian ini dapat dikurangkan dari pengurangan pajak akhir tahun.
Hindari jebakan umum: bagaimana memilih saham dividen
1. Pilih perusahaan yang memiliki kekuatan dalam menghasilkan laba
Dividen berasal dari laba, jadi investasi di perusahaan yang kokoh, mampu menghasilkan pendapatan stabil dalam jangka panjang, merupakan jaminan bahwa dividen akan berkelanjutan dan nilai saham tidak akan menurun.
2. Cari Dividend Yield yang masuk akal
Setidaknya, pengembalian dari dividen harus melebihi tingkat inflasi tahunan (sekitar 2%). Jika rasio dividen lebih rendah, nilai riil investasi akan menurun seiring waktu.
3. Waspadai rasio dividen yang terlalu tinggi secara tidak wajar
Dividen yang sangat tinggi secara terus-menerus biasanya tidak realistis. Jika menemukan rasio yang mencurigakan, periksa apakah pembayaran tersebut satu kali atau menggunakan laba ditahan yang habis. Pembayaran seperti ini tidak berkelanjutan; investor mungkin mendapatkan dividen tinggi hanya sekali atau dua kali, tetapi nilai saham akan menurun secara tidak terhindarkan setelahnya.
4. Cari perusahaan yang membayar dividen secara konsisten
Jangan hanya melihat satu tahun, pelajari riwayat pembayaran dividen selama 3-5 tahun. Perusahaan yang mampu membayar secara stabil menunjukkan kekuatan keuangan yang kokoh.
5. Kendalikan biaya kepemilikan saham
Meskipun dividen sama, pengembalian bisa berbeda tergantung harga beli. Investor A membeli di harga 5 Baht dan mendapatkan dividen 1 Baht, hasilnya 20%. Sedangkan investor B membeli di harga 6 Baht, hasilnya hanya 16,6%. Oleh karena itu, tunggu saat harga turun sebelum pengumuman kinerja untuk menghindari membeli di harga tertinggi yang biasanya sudah mencerminkan berita baik.