Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Indeks Utama India Tutup Lebih Rendah di Tengah Arus Keluar Dana Asing dan Perdagangan Tipis
Indeks utama saham India menutup sesi Senin dengan catatan yang suram, dengan Sensex dan Nifty50 keduanya menyerah pada kenaikan sebelumnya karena investor portofolio asing melanjutkan aksi jual mereka. Sentimen pasar yang berhati-hati mencerminkan sinyal global yang lemah dan kekurangan katalis positif yang dapat membangkitkan kembali kepercayaan investor.
Penutupan Pasar dan Ringkasan Kinerja
BSE Sensex berakhir di 84.695,54, mengalami penurunan sebesar 345,91 poin atau 0,41% dari penutupan sebelumnya. Sementara itu, indeks Nifty50 dari Bursa Efek Nasional juga berakhir lebih rendah, kehilangan 100,20 poin atau 0,38% untuk ditutup di 25.942,10. Ini menandai sesi kerugian keempat berturut-turut bagi Sensex sebagai tolok ukur, menegaskan hambatan yang terus-menerus di pasar saham.
Momentum intraday sempat mendorong kedua indeks, dengan Sensex mencapai 85.250,00 dan Nifty50 naik ke 26.106,80 selama sesi perdagangan. Namun, tekanan jual yang berkelanjutan mencegah pemulihan yang berarti seiring berjalannya sesi.
Kinerja Sektor dan Saham
Sektor kesehatan, barang konsumsi tahan lama, teknologi, dan properti muncul sebagai penghambat utama pada valuasi. Sektor otomotif juga menunjukkan kelemahan, meskipun kekuatan selektif terlihat di beberapa bagian pasar.
Penurunan yang signifikan termasuk Adani Ports & Special Economic Zone, yang turun 2,22%, sementara HCL Technologies dan Power Grid Corporation keduanya mundur sekitar 1,85%. Nama-nama seperti Trent, BEL, Bharti Airtel, Reliance Industries, Mahindra & Mahindra, TCS, Infosys, ICICI Bank, dan ITC kehilangan antara 0,5% hingga 1,4%. Kelemahan tambahan muncul di Adani Enterprises, Jio Financial Services, Max Health, Apollo Hospitals Enterprises, dan Hindalco.
Di sisi lain, beberapa nama memberikan dukungan. Tata Steel naik hampir 2%, sementara Asian Paints menguat sekitar 1%. NTPC, Axis Bank, dan Hind Unilever mencatat kenaikan modest, dengan Tata Consumer Products naik sekitar 1,6%. Grasim Industries naik 1%, sementara Nestle, Bajaj Auto, Indigo, dan UltraTech Cement ditutup sedikit lebih tinggi.
Lebar Pasar Mencerminkan Tekanan Jual
Lebar pasar menunjukkan gambaran yang lemah, dengan data BSE menunjukkan 2.748 saham berakhir merah dibandingkan 1.568 saham yang menguat. Sebanyak 205 saham lainnya berakhir datar, menyoroti sifat penjualan yang meluas di seluruh pasar saham India.
Dengan volume perdagangan yang tipis dan kurangnya pemicu positif, pelaku pasar tetap tidak yakin tentang arah jangka pendek, menjaga sentimen tetap suram di seluruh pasar yang lebih luas.