Sumber: ETHNews
Judul Asli: Dua Petugas Polisi Korea Selatan Didakwa Karena Membantu Jaringan Pencucian Crypto $186 Juta
Tautan Asli:
Jaksa Korea Selatan telah menuntut dua petugas polisi karena diduga menerima suap untuk membantu sebuah organisasi kriminal mencuci $186 juta melalui operasi pertukaran cryptocurrency ilegal. Kedua petugas tersebut telah ditangguhkan seiring dengan perkembangan penyelidikan, menandai salah satu kasus korupsi paling serius yang terkait dengan meningkatnya lanskap kejahatan kripto di Korea.
Pejabat Dituduh Menerima Suap untuk Melindungi Penjahat
Menurut jaksa, seorang kepala polisi yang diidentifikasi sebagai “F” dituduh menerima sekitar $59.000 dalam bentuk suap. Seorang petugas kedua, “G”, dilaporkan menerima sekitar $7.500 dalam bentuk uang tunai dan barang-barang mewah. Pembayaran ini diduga dilakukan antara Juli 2022 dan Februari 2024 oleh operator bursa crypto bawah tanah.
Sebagai imbalannya, para petugas dikatakan telah membocorkan informasi penyelidikan yang bersifat rahasia, membantu dalam membebaskan akun, dan bahkan memperkenalkan para penjahat kepada kontak penegakan hukum lainnya yang dapat dipengaruhi.
Bagaimana Skema Pencucian Uang Bekerja
Jaringan kriminal menjalankan operasi canggih yang mengubah keuntungan dari penipuan suara menjadi USDT (Tether). Mereka diduga menggunakan “titik pertukaran crypto” ilegal yang disamarkan sebagai toko kartu hadiah di daerah komersial yang sibuk, termasuk area Gangnam di Seoul.
Otoritas sejauh ini telah membekukan sekitar $1,1 juta dalam aset ilegal, dengan jaksa menunjukkan bahwa penyitaan lebih lanjut bisa mengikuti seiring perkembangan kasus.
Terbaru dalam Gelombang Kejahatan Kripto Tingkat Tinggi
Indictment tersebut muncul di tengah lonjakan tajam dalam kejahatan keuangan terkait cryptocurrency di Korea Selatan. Kasus-kasus terbaru termasuk:
Sebuah penipuan investasi senilai $228,4 juta terungkap pada November 2024
Penangkapan pada Agustus 2025 yang melibatkan pencucian hasil kejahatan melalui pembelian emas
Keterlibatan petugas penegak hukum dalam skandal terbaru telah meningkatkan pengawasan publik, dengan jaksa menekankan bahwa korupsi internal akan diperlakukan sebagai ancaman serius terhadap keamanan keuangan nasional.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
InfraVibes
· 12jam yang lalu
Polisi sudah mulai Pencucian Uang? Benar-benar gila.
Lihat AsliBalas0
GasFeeLover
· 13jam yang lalu
Wah, polisi sudah terjerat? Betapa korupnya ini...
Lihat AsliBalas0
VitaliksTwin
· 13jam yang lalu
Polisi sudah terjerat? Dunia kripto ini memang ada di mana-mana.
Lihat AsliBalas0
GasFeeNightmare
· 13jam yang lalu
1,86 miliar dolar? Wah, berapa banyak biaya gas yang harus dikeluarkan, saya bahkan harus begadang semalaman hanya untuk menghitung tips untuk penambang.
Lihat AsliBalas0
StakeWhisperer
· 13jam yang lalu
Apakah polisi semuanya sudah terjerumus? Betapa korupsinya ini.
Dua Petugas Polisi Korea Selatan Didakwa Membantu Jaringan Pencucian Kripto Senilai $186 Juta
Sumber: ETHNews Judul Asli: Dua Petugas Polisi Korea Selatan Didakwa Karena Membantu Jaringan Pencucian Crypto $186 Juta Tautan Asli: Jaksa Korea Selatan telah menuntut dua petugas polisi karena diduga menerima suap untuk membantu sebuah organisasi kriminal mencuci $186 juta melalui operasi pertukaran cryptocurrency ilegal. Kedua petugas tersebut telah ditangguhkan seiring dengan perkembangan penyelidikan, menandai salah satu kasus korupsi paling serius yang terkait dengan meningkatnya lanskap kejahatan kripto di Korea.
Pejabat Dituduh Menerima Suap untuk Melindungi Penjahat
Menurut jaksa, seorang kepala polisi yang diidentifikasi sebagai “F” dituduh menerima sekitar $59.000 dalam bentuk suap. Seorang petugas kedua, “G”, dilaporkan menerima sekitar $7.500 dalam bentuk uang tunai dan barang-barang mewah. Pembayaran ini diduga dilakukan antara Juli 2022 dan Februari 2024 oleh operator bursa crypto bawah tanah.
Sebagai imbalannya, para petugas dikatakan telah membocorkan informasi penyelidikan yang bersifat rahasia, membantu dalam membebaskan akun, dan bahkan memperkenalkan para penjahat kepada kontak penegakan hukum lainnya yang dapat dipengaruhi.
Bagaimana Skema Pencucian Uang Bekerja
Jaringan kriminal menjalankan operasi canggih yang mengubah keuntungan dari penipuan suara menjadi USDT (Tether). Mereka diduga menggunakan “titik pertukaran crypto” ilegal yang disamarkan sebagai toko kartu hadiah di daerah komersial yang sibuk, termasuk area Gangnam di Seoul.
Otoritas sejauh ini telah membekukan sekitar $1,1 juta dalam aset ilegal, dengan jaksa menunjukkan bahwa penyitaan lebih lanjut bisa mengikuti seiring perkembangan kasus.
Terbaru dalam Gelombang Kejahatan Kripto Tingkat Tinggi
Indictment tersebut muncul di tengah lonjakan tajam dalam kejahatan keuangan terkait cryptocurrency di Korea Selatan. Kasus-kasus terbaru termasuk:
Keterlibatan petugas penegak hukum dalam skandal terbaru telah meningkatkan pengawasan publik, dengan jaksa menekankan bahwa korupsi internal akan diperlakukan sebagai ancaman serius terhadap keamanan keuangan nasional.