Baru saja saya membaca kembali pemikiran pendiri Aave tentang ke mana sebenarnya pertumbuhan DeFi — dan angka-angkanya benar-benar mengagumkan.



Secara singkat: dia menghitung biaya modal untuk proyek infrastruktur utama di planet ini dan menyimpulkan bahwa DeFi dapat melayani pasar dari 100 hingga 200 triliun dolar. Sebagai perbandingan — sepuluh bank terbesar di dunia bersama mengelola hanya 13 triliun dolar. Itu 15 kali lebih besar.

Dasar logikanya — ide sederhana: infrastruktur membutuhkan investasi modal yang besar, tetapi menghasilkan aliran kas yang stabil. Ini adalah aset yang sempurna untuk pemberian pinjaman. Aave bisa menjadi lapisan keuangan yang akan membiayai transisi dunia ke era kelimpahan.

Aset apa yang dia pertimbangkan? Energi surya dan baterai — ini saja sudah 15–30 triliun dolar hanya untuk energi surya. Pusat data dan GPU — lagi-lagi 15–35 triliun (McKinsey menyebutkan sekitar 6,7 triliun dolar hanya hingga tahun 2030). Robotisasi — 8–35 triliun. Kendaraan listrik — 10–25 triliun. Plus energi nuklir, desalinasi, penambangan sumber daya alam, penangkapan karbon, jaringan digital, dan infrastruktur luar angkasa.

Luar angkasa secara umum adalah kasus yang menarik — konservatif 2–6 triliun, tetapi jika biaya peluncuran turun 10–50 kali (seperti yang biasanya terjadi), maka ini bisa menjadi 10–30 triliun, dan dalam skenario ekstrem — hingga 50 triliun. Konstelasi satelit, logistik orbit, infrastruktur bulan — semua ini membutuhkan pendanaan.

Tapi bagaimana ini bekerja secara teknis? Ada dua jalan. Pertama — stablecoin berbasis pendapatan yang mendistribusikan pendapatan off-chain kepada pengguna on-chain. Ethena menunjukkan bahwa pengembalian tahunan bisa mencapai 10–15%. Jalan kedua — tokenisasi langsung aset infrastruktur sebagai jaminan. Pendapatan tetap off-chain, tetapi melalui jaminan mengalir ke Aave, menciptakan pendapatan bagi deposan.

Pengembalian aset infrastruktur terlihat menarik: energi surya — 10%, baterai — 12%, pusat data — 13%, infrastruktur luar angkasa — sekitar 18%. Ketika risiko teknologi lebih tinggi, pengembaliannya juga lebih tinggi. Selain itu, pengembalian ini bisa dikombinasikan — misalnya, meminjam GHO dengan jaminan ladang surya (8–12% per tahun) dan menginvestasikannya kembali ke baterai (12–18%) atau pusat GPU (10–20%).

Yang menarik — DeFi saat ini penuh dengan modal. Tetapi pendanaan infrastruktur harus menciptakan permintaan yang cukup untuk mendistribusikan kembali dana tersebut. Pengguna biasanya takut terhadap blokir yang lama dan risiko kehilangan modal, tetapi aset infrastruktur menghasilkan aliran yang stabil, yang mengurangi ketakutan ini. Aave bisa menjadi saluran likuiditas yang membuat peluang ini lebih mudah diakses.

Yang paling penting — Aave harus fokus menjadi lapisan dasar keuangan untuk infrastruktur masa depan, bukan bersaing dengan aset keuangan tradisional seperti surat utang negara. Aset-aset tersebut sudah dilayani dengan baik oleh keuangan klasik. Tetapi infrastruktur yang membangun masa depan kelimpahan — energi surya, robotika, luar angkasa, pusat GPU — adalah hal yang benar-benar dapat memperbesar skala DeFi.

Bagi fintech dan bank, ini juga merupakan peluang. Mereka menjadi saluran distribusi pengembalian dari aset infrastruktur melalui Aave. Integrasi ini bisa mempercepat transisi menuju dunia kelimpahan selama 10–15 tahun.

Jujur saja — model analitik di sini benar-benar layak untuk dipelajari dengan saksama, meskipun saya tidak setuju dengan semua angka-angkanya. Ini bukan sekadar spekulasi, tetapi pemikiran ulang yang serius tentang di mana permintaan nyata terhadap DeFi bisa tumbuh.
AAVE-3,26%
ENA-2,17%
GHO0,15%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan